Mini Blog

Catatan dan Tulisan Ringan

Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Alergi Susu Sapi Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Alergi Susu Sapi
Alergi susu sapi merupakan kondisi yang terjadi karena respon yang tak normal dari sistem kekebalan tubuh pada produk susu, baik itu susunya ataupun turunannya.... Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi merupakan kondisi yang terjadi karena respon yang tak normal dari sistem kekebalan tubuh pada produk susu, baik itu susunya ataupun turunannya. Alergi ini bisa terjadi baik pada bayi, anak-anak hingga orang dewasa. Ada beberapa penyebab kamu bisa alergi terhadap susu sapi. Untuk lebih jelasnya, bisa cek di sini!

 

Gejala Alergi Susu

Reaksi alergi terhadap susu sapi pada umumnya berbeda-beda pada setiap orang. Namun, pada umumnya gejala dari alergi ini bisa dilihat dalam hitungan menit hingga jam setelah kamu mengonsumsi produk susu atau turunannya. Geala yang biasa timbul setelah mengonsumsi susu bila alergi adalag gatal-gatal atau rasa seperti disengat.

Rasa seperti disengat tersebut terjadi di beberapa bagian tubuh yang utamanya ada di mulut dan bibir. Selain itu, gatal tersebut diikuti dengan bengkak pada bagian bibir, lidah dan amandel. Jika lebih parah, bisa diikuti dengan muntah dan batuk. Pada sebagian orang juga bisa menyebabkan sesak napas.

Gejala-gejala tersebut pada umumnya terlihat hanya hitungan menit setelah kamu mengonsumsi susu sapi. Gejala alergi susu sapi pada bayi 1 bulan atau lebih malam bisa lebih parah, yakni bisa menyebabkan diare, muntah hingga ruam kulit. Sedangkan pada orang dewasa, malah bisa menyebabkan turunnya tekanan darah secara drastis akibat syok.

Apa Penyebabnya?

Untuk penyebab alergi susu sapi pada orang dewasa sebenarnya cukup banyak. Penyebab utamanya adalah karena sistem kekebalan tubuh penderita yang menganggap bahwa protein dalam susu adalah zat yang berbahaya. Hal ini bisa memicu terjadinya kekacauan sistem kekebalan tubuh.

Kekacauan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh ini akan membuat tubuh memproduksi antibodi immonuglobin E yang berakibat pada timbulnya pelepasan zat kimia histamin yang menjadi gejala alergi terhadap susu sapi itu. Baik alergi pada bayi ataupun orang dewasa, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang sangat berisiko terkena alergi ini.

READ  Inilah 6 Jenis Ikan yang Bagus untuk Ibu Hamil

Faktor tersebut adalah karena sistem pencernaannya yang belum sempurna. Faktor ini biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak. Namun, penyebab ini biasanya akan berhenti seiring dengan bertambahnya usia mereka. Selain itu, orang yang menderita dermatitis atopik juga berkemungkinan besar terkena penyakit yang satu ini.

Orang yang memiliki alergi terhadap makanan lain juga bisa memicu terjadinya gejala alergi terhadap susu sapi. Meskipun awalnya alergi tersebut tak ada hubungannya. Selain itu, bagi yang memiliki keluarga beriwayat alergi tinggi, seperti rinitis alergy, juga bisa terkena alergi yang satu ini.

Bagaimana Cara Mengobatinya?

Untuk menangani alergi terhadap susu sapi, biasanya dilakukan dengan memberikan obat seperti athihistamin. Mengonsumsi obat ini untuk orang dewasa yang alergi susu bisa meredakan gejala dan reaksi alerginya. Namun, bila alergi yang dialami sangat serius, maka penangannya dengan memberikan suntikan epinephrine dan harus dirawat di rumah sakit.

Sedangkan cara penanganan pada bayi dan anak-anak bisa dilakukan dengan pemberian ASI atau susu selain susu sapi. Susu tersebut seperti susu kacang kedelai atau susu yang mengandung zat hipoalergenik. Tapi, kamu bisa tenang, pada anak-anak, biasanya alergi ini akan menghilang seiring dengan bertambahnya usianya.

Video terkait alergi susu sapi

Sudah tahu apa yang menyebabkan terjadinya alergi susu sapi pada bayi dan orang dewasa, kan? Kamu juga sudah tahu apa saja gejala dan bagaimana cara menanganinya. Dengan begitu, bila ada saudara atau orang di sekelilingmu yang mengalami alergi ini, kamu bisa melakukan penangan yang tepat. Paling tidak bisa memberikan anjuran yang tepat.

bani47

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *